hadits tentang pendidikan lengkap dengan sanad matan dan rawi

BacaJuga. Hadits tentang Macam-Macam Penyakit Hati (1) Hadits tentang Macam-Macam Penyakit Hati (2) Hadits tentang Macam-Macam Penyakit Hati (3) Ghibah adalah membicarakan orang lain dengan hal yang tidak disenanginya, baik yang terkait dengan kekurangan pada fisik, akhlak, agama dan lainnya. Ghibah tidak hanya terbatas dengan lisan, namun Hadistentang Tibb An-Nabawi dengan Air Kencing Unta (Kritik Sanad, Matan dan Pandangan Ulama Hadis) 2015: 35: Mega Ratna Wulan Sari: Telaah Hadis Ziarah Kubur Bagi Perempuan: 2015: 36: Muslikhin: Al-Qur'an dan Budaya Anti Korupsi (Studi Komparatif Penafsiran Ayat-ayat tentang Korupsi dalam tafsir fi Dzilal Al-Qur'an) 2015: 37: Neneng Julita Setiaprawi dalam sanad hadis menerima periwayat hadis dari periwayat terdekat sebelumnya. Keadaan ini berlangsung demikian sampai akhir anad dari hadits itu. 2. Periwayat Bersifat Adil. Periwayat adalah seorang muslim yang baligh, berakal sehat, adil, selalu memelihara perbuatan taat dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat. 3. Perawi ContohHadits Qudsi Lengkap Dengan Sanad Matan Dan Rawi - Gambar Islami. Struktur Hadis | PDF. Contoh Hadits Masyhur Beserta Sanad Matan Dan Perawinya - Nusagates. kajian islam: Pengertian Sanad. Hadits Shahih, Hasan dan Dhaif. Contoh Hadits Shahih Lengkap Dengan Sanad Matan Dan Rawi - Nusagates. Pengertian Hadist, Sanad, Matan, Rawi, dan Macam Macammacam As-sunnah. Dari latar belakang dan batasan masalah di atas, maka tujuan penulisan ini setidaknya mencakup beberapa hal, yaitu: 1. Memperdalam pengetahuan tentang As-Sunnah. 2. Memperluas wawasan keislaman mengenai beberapa hal yang dapt dijadikan sebagai sumber hukuym isalm. 3. Sites De Rencontres Gratuits En France. Menentukan kesahihan sebuah hadisTahukah Moms bahwa kesahihan sebuah hadis ditentukan oleh 3 hal, yaitu sanad, matan, dan membahas tentang tokoh-tokoh yang menyampaikan petikan hadis tersebut, seperti para sahabat Rasulullah SAW, imam besar, dan ketiga hal tersebut, sebetulnya apa yang membedakan antara sanad, matan, dan rawi? Yuk, simak ulasannya berikut ini!Baca Juga Amalkan Hadits Menuntut Ilmu agar Mendapatkan KeutamaannyaPerbedaan Sanad, Matan, dan RawiFoto Ilustrasi Hadis mengkaji sebuah hadis, ada 3 unsur utama yang harus diperhatikan, yaitu sanad, matan, dan ketiga hal tersebut terletak pada tingkatan orang yang menyampaikan hadis kepada umat Ilustrasi Hadis Sanad secara bahasa artinya tempat bersandar, sedangkan menurut istilah artinya para periwayat yang menyampaikan hadis kepada hal ini, para sahabat nabi biasanya menjadi sanad karena mereka yang mendengar langsung petikan hadis itu, hadis tersebut disampaikan kepada orang-orang di sekitarnya, diriwayatkan, dan sampai kepada sanad dalam suatu hadis ada bermacam-macam, tergantung seberapa banyak orang yang pada umumnya ada istilah sanad awal dan sanad akhir untuk menandakan Al-Bukhari meriwayatkan sebuah orang rawi sebelum Al-Bukhari disebut awal sanad, sedangkan akhir sanad adalah sahabat nabi yang meriwayatkannya berikut ini contoh sanad yang ditulis dalam kalimat bercetak tebal.“Abdullah bin Yusuf telah menceritakan hadits kepadaku Imam Bukhari, ia berkata Malik bin Anas mengabarkan padaku Abdullah bin Yusuf, dari Ibnu Syihab, dari Salim bin Abdullah, dari bapaknya, bahwa Rasulullah SAW melewati seorang lelaki dari anshar yang sedang memberikan nasihat pada saudaranya tentang rasa malu. Maka Rasulullah SAW bersabda “Tinggalkanlah dia karena sesungguhnya rasa malu merupakan bagian dari iman.” HR. BukhariDi sini bisa disimpulkan bahwa awal sanad yaitu Abdullah bin Yusuf, karena ia adalah orang terakhir yang menyampaikan hadis tersebut sebelum Imam akhir sanad dipegang oleh ayah Salim bin Abdullah yang bernama Abdullah bin ini karena ia adalah sahabat nabi yang menyampaikan hadis tersebut kepada sahabat-sahabat Juga Ciri-Ciri Hadis Hasan, Hadis Satu Tingkat di Bawah Hadis SahihMatanFoto Ilustrasi Berdoa bahasa, matan artinya tanah yang keras dan menurut istilah artinya kalimat setelah berakhirnya sanad suatu matan adalah isi hadis itu contohnya yang ditandai dengan kalimat bercetak tebal“Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Abu ar Rabi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far berkata, telah menceritakan kepada kami Nafi’ bin Malik bin Abu Amir Abu Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda “Tanda-tanda munafik ada tiga jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat dia khianat.” HR. BukhariMatan muncul setelah riwayat sanad berhenti sampai “Rasulullah SAW bersabda”.RawiFoto Ilustrasi Hadis Rawi ketiga dalam periwayatan sebuah hadis yaitu rawi atau penyampai periwayat merupakan nama-nama orang yang menyampaikan hadis, baik secara lisan maupun tertulis dari Rasulullah SAW maupun satu hal yang perlu digaris bawahi adalah rawi biasanya ditempati oleh orang terakhir yang meriwayatkan hadis nama rawi biasanya tidak tercantum di dalam hadis, melainkan di luar hadis dan diberi tanda contoh rawi yang ditandai dengan cetak tebal“Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ma’mur bin Rabi’I al-Qaisi, katanya telah menceritakan kepadaku Abu Hisyama al-Mahzumi dari Abu al-Wahid yaitu Ibnu Ziyad, katanya telah menceritakan kepadaku Utsman bin Hakim, katanya telah menceritakan kepadaku Muhammad al-Munqadir, dari Arman, dari Utsman bin Affan berkata, dari Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang berwudlu dengan sempurna sebaik-baiknya wudlu keluarlah dosa-dosanya dari seluruh badannya, bahkan dari bawah kukunya.” HR. MuslimDalam hadis di atas disebutkan bahwa rawinya adalah Imam Muslim, lantaran ia menjadi orang yang terakhir meriwayatkan hadis imam besar, ada beberapa tingkatan rawi lainnya mulai dari sahabat, tabi’in orang Islam yang hidup di masa setelah sahabat nabi dan tidak mengalami masa hidup Nabi Muhammad SAW, dan mudawwin ahli hadis, yaituRawi dari tingkatan sahabat Nabi Muhammad SAW Utsman bin Affan, Umar bin Khattab, dan Ali bin Abi ThalibRawi dari tingkatan tabi’in Abu Hanifah, Sulaiman bin Yasar, Umar bin Abdul Aziz, dan Ibnu Katsir al-MakkiRawi dari tingkatan mudawwin Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam AhmadBaca Juga Mengenal 42 Hadis Arbain, Pentingnya Niat dalam Memulai Segala HalItu dia perbedaan antara sanad, matan, dan rawi yang biasanya muncul dalam kitab-kitab hadis. Semoga bermanfaat, ya Moms! Sumber Copyright © 2023 Orami. All rights reserved. Home » Kongkow » Pendidikan Agama Islam » Pengertian Sanad, Matan dan Rawi Beserta Contohnya Pengertian Sanad, Matan dan Rawi Beserta Contohnya – Jumat, 22 Oktober 2022 1100 WIB Dalam pembahasan ilmu hadits, sering kali kita mendengar istilah sanad, matan dan rawi. Sebenarnya apakah definisi dari ketiga istilah tersebut? Dan seperti apa contohnya di dalam hadits? Berikut ini kita bahas bersamapengertian sanad, matan dan rawi beserta contohnya dalam hadits. 1. Sanad Sanad menurut bahasa adalah sandaran atau tempat bersandar. Sedangkan sanad menurut istilah adalah jalan yang menyampaikan kepada jalan hadits. Dikutip dalam buku “Memahami Ilmu Hadits” oleh Asep Herdi, secara historis, penggunaan sanad sudah dikenal sejak sebelum datangnya Islam. Akan tetapi mayoritas penerapan sanad digunakan dalam mengutip hadits-hadits Nabawi, yaitu segala hal yang disandarkan idlafah kepada Nabi SAW. Sanad berfungsi untuk mengetahui derajat kesahihan suatu hadits. Apabila ada cacat dalam sanadnya baik itu karena kefasikannya, lemahnya hafalan, tertuduh dusta atau selainnya maka hadits tersebut tidak dapat mencapai derajat sahih. Contoh Sanad حَدَّثَنَاعَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، قَالَ أَخْبَرَنَامَالِكُ بْنُ أَنَسٍ، عَنِابْنِ شِهَابٍ، عَنْسَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، عَنْأَبِيهِ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى رَجُلٍ مِنَ الأَنْصَارِ، وَهُوَ يَعِظُ أَخَاهُ فِي الحَيَاءِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُ فَإِنَّ الحَيَاءَ مِنَ الإِيمَانِ Abdullah bin Yusuf telah menceritakan hadits kepadaku imam Bukhari, ia berkata Malik bin Anas mengabarkan padaku Abdullah bin Yusuf, dariIbnu Syihab, dariSalim bin Abdullah, daribapaknya, bahwa Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam melewati seorang lelaki dari anshar yang sedang memberikan nasehat pada saudaranya tentang rasa mali Maka Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda “Tinggalkanlah dia karena sesungguhnya rasa malu merupakan bagian dari iman.”HR. Bukhari Dari contoh di atas yang disebut sanad adalah Abdullah bin Yusuf, Malik bin Anas, Ibnu Syihab, Salim bin Abdullah, danbapaknya Salim Abdullah bin Umar. ArtinyaAbdullah bin Umar mendapatkan hadits dari Nabishallallaahu alaihi wasallam. Lalu hadits itu disampaikan kepada anaknya yakniSalim bin Abdullah lalu kepadaIbnu Syihablalu kepadaMalik bin Anaslalu kepadaAbdullah bin Yusuflalu kepada penulis hadits yakni imam Al-Bukhari. 2. Matan “Matan” atau “al-matn” menurut bahasa adalah mairtafa’a min al-ardi atau tanah yang meninggi. Sedangkan menurut istilah adalah “kalimat tempat berakhirnya sanad”. Berkenaan dengan matan atau redaksi hadits, maka ada beberapa yang perlu dipahami – Ujung sanad sebagai sumber redaksi, apakah berujung pada Nabi Muhammad atau bukan. – Matan hadits itu sendiri dalam hubungan dengan hadits lain yang lebih kuat sanadnya apakah ada yang melemahkan atau menguatkan dan selanjutnya dengan ayat dalam Al-Qur’an apakah ada yang bertolak belakang. Contoh Matan حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ أَبُو الرَّبِيعِ، قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ، قَالَ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ أَبُو سُهَيْلٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَآيَةُ المُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ Telah menceritakan kepada kami Sulaiman Abu ar Rabi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far berkata, telah menceritakan kepada kami Nafi’ bin Malik bin Abu Amir Abu Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda“Tanda-tanda munafik ada tiga; jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika diberi amanat dia khianat.” HR. Bukhari 3. Rawi Rawi adalah unsur pokok ketiga dari sebuah hadits. Kata “Rawi” atau “ar-Rawi” berarti orang yang meriwayatkan atau memberitakan hadits naqil al-Hadits. Antara sanad dan rawi itu merupakan dua istilah yang tidak dapat dipisahkan. Sanad-sanad hadits pada tiap-tiap tabaqahnya juga disebut rawi. Sehigga yang dimaksud dengan rawi adalah orang yang meriwayatkan, menerima dan memindahkan hadits. Contoh Rawi Berikut ini contoh rawi atau periwayat hadits dari beberapa tingkatan – Periwayat hadits dari tingkatan sahabat Abu Hurairah, Aisyah, Anas bin Malik dll. – Periwayat hadits dari tingkatan tabiin Umayyah bin Abdullah bin Khalid, Sa’id bin Al-Musayyab, dll. – Periwayat hadits dari tingkatanmudawwin Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam An-Nasa’iy, Imam Ahmad, dll Sumber Cari Artikel Lainnya 1. Pengertian Sanad Hadits. Dari segi bahasa, sanad artinya yang menjadi sandaran, tempat bersandar, arti yang lain sesuatu yang dapat dipegangi atau dipercaya. Dalam istilah ilmu hadis sanad ialah rangkaian urutan orang-orang yang menjadi sandaran atau jalan yang menghubungkan satu hadis atau sunnah sampai pada Nabi Saw. Sanad menurut istilah ahli hadis yaitu “Jalan yang menyampaikan kepada matan hadis.” Atau dalam istilah lain “Mata rantai para periwayat hadis yang menghubungkan sampai ke matan hadis.” Menerangkan rangkaian urutan sanad suatu hadis disebut isnad. Orang yang menerangkan sanad suatu hadis disebut musnid. Sedangkan hadis yang diterangkan dengan menyebutkan sanadnya sehingga sampai kepada Nabi Saw. disebut musnad. 2. Pengertian Matan Hadits. Dari segi bahasa, matan berarti Punggung jalan, Tanah gersang atau tandus, membelah, mengeluarkan, mengikat. Matan menurut istilah ilmu hadis yaitu "Perkataan yang disebut pada akhir sanad, yakni sabda Nabi Saw. yang disebut sesudah habis disebutkan sanadnya." 3. Pengertian Rawi Hadits. Rawi yaitu orang yang memindahkan hadis dari seorang guru kepada orang lain atau membukukannya ke dalam suatu kitab hadis. Rawi pertama adalah para sahabat dan rawi terakhir adalah orang yang membukukannya, seperti Imam Bukhari , Imam Muslim, Imam Ahmad dan lain-lain. Suatu Hadis yang telah sampai kepada kita dalam bentuknya yang sudah ditadwin/terkodifikasikan terbukukan dalam buku-buku Hadis, melalui beberapa rawi dan sanad. Rawi terakhir Hadis yang termaksud dalam sahih Bukhari atau dalam Sahih Muslim, ialah Imam Bukhari atau Imam Muslim. Seorang penyusun atau pengarang, bila hendak menguatkan suatu hadis yang ditakhrijkan dari suatu kitab hadis, pada umumnya membubuhkan nama rawi terakhirnya pada akhir matan hadisnya. 4. Contoh Sanad, Matan dan Rawi Hadits. Untuk lebih memperjelas pemahaman kalian tentang berbagai unsur dalam sebuah hadis, perhatikan contoh berikut حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ حَتَّى إِنِّي لَأَرَى الرِّيَّ يَخْرُجُ فِي أَظْفَارِي ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْعِلْمَ .. رواه البخارى Terjemah Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Ufair berkata, Telah menceritakan kepadaku Al Laits berkata, Telah menceritakan kepadaku Uqail dari Ibnu Syihab dari Hamzah bin Abdullah bin Umar bahwa Ibnu Umar berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda “Ketika aku tidur, aku bermimpi diberi segelas susu lalu aku meminumnya hingga aku melihat pemandangan yang bagus keluar dari kuku-kukuku, kemudian aku berikan sisanya kepada sahabat muliaku Umar bin Al Khathab”. Orang-orang bertanya “Apa ta’wilnya wahai Rasulullah Saw.?” Beliau menjawab “Ilmu”. HR. Bukhari Dari contoh hadis tersebut yang dinamai sanad adalah حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ Contoh Matan adalah بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ حَتَّى إِنِّي لَأَرَى الرِّيَّ يَخْرُجُ فِي أَظْفَارِي ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالُوا فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْعِلْمَ Yang disebut rawi/mukharrij adalahرواه البخارى Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang pengertian sanad, matan, rawi hadits dan Contoh sanad, matan, rawi hadits. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari pembahasan tersebut. Aamiin. Sumber Al-Qur'an Hadis Kelas X MA, Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta 2014. Kujnjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin. Kumpulan hadits pendek shahih Bukhari dan Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Serta hadits pendek tentang sabar dan tentang cinta pun telah kami muat. Contents Hadits Pendek dan Mudah Dihapal 1. Hadits Pendek Tentang Sabar 2. Berbagi Hadiah 3. Pemahaman Agama 4. Kewajiban Mengikuti Sunnah 5. Larangan Menggambar Makhluk Bernyawa half-dozen. Hadits Pendek Tentang Cinta 7. Niat Beramal 8. Menuntut Ilmu 9. Perintah Istiqamah 10. Apabila Merasa Ragu 11. Menunjukkan Kebaikan 12. Menyampaikan Dalil xiii. Berpegang Kepada Sunnah 14. Berbuat Dosa Terang-terangan 15. Menuntut Ilmu Agama 16. Menuntut Ilmu Agama Islam 17. Berkata Baik Atau Diam xviii. Berkata Baik Adalah Sedekah 19. Tinggalkan Yang Tidak Bermanfaat 20. Berlepas Diri Dari Kaum Kuffar 21. Perintah Berbuat Baik 22. Larangan Bunuh Diri 23. Pertanggungjawaban Pemimpin 24. Memilih Teman 25. Memilih Sahabat 26. Mati Dalam Kemunafikan 27. Pahala Mati Syahid 28. Motivasi Berharap 29. Kriteria Perempuan Idman xxx. Mengikat Ilmu Dengan Menulis 31. Mengingat Kematian 32. Nikmat Sehat dan Waktu Luang 33. Mendekati Penguasa 34. Perintah Bersiwak 35. Larangan Tasyabbuh 36. Bidadari Surga 37. Larangan Korupsi 38. Manfaat Sholat Subuh 39. Ganjaran Silaturahmi twoscore. Musik Haram Telah dihimpun kumpulan 40 hadits pendek lengkap dengan keterangan derajat hadits, nomor, dan sumber kitab. Untuk memudahkan anda dalam membaca artikel tentang kumpulan hadis pendek, klik pada daftar isi di atas. Hadits Pendek serta Mudah Dihapal 1. Hadits Pendek Tentang Sabar Dalil pertama yang kami nukil adalah nash hadis tentang bersabar menahan diri dari gejolak amarah. عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْصِنِيْ ، قَالَ لَا تَغْضَبْ . فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ لَا تَغْضَبْ . رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ Terjemah Dari Abu Hurairah ‎رضي الله عنه‎‎ bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi ‎صلى الله عليه وسلم “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi‎صلى الله عليه وسلم bersabda “La Tagh-Dhob; Jangan marah!” — Bukhari. two. Berbagi Hadiah تَهَادُوْا تَحَابُّوْا Transliterasi Tahaaduu tahabbuu. Terjemah “Berbagi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” – Hadits Hasan Al-Albani Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad 594 الأدب المفرد. Adanya hadits berbagi hadiah adalah bukti nyata kesempurnaan ajaran Islam, bahkan dapat dilakukan ketika taaruf. Namun ada kalanya seseorang yang diberi hadiah merasa berat untuk menerima pemberian dari orang lain, lantas bagaimanakah cara menolak hadiah sesuai sunnah? Bacalah konten mengenai cara menolak hadiah sesuai sunnah Rasulullah. 3. Pemahaman Agama Sebelum Kebaikan مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ Transliterasi Mayyuridillaahu bihi khayran yufaqqihu fiddiin. Terjemah “Barang siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allāh, maka Allāh akan memahamkannya diberi kepahaman dalam urusan agama. …” – Shahih Muslim 1037 كتاب الزكاة. 4. Mengikuti Sunnah Rasulullah مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْحِ أَمرُنَا فَحُوَ رَدُّ Transltierasi Man amila amalan laysa alayhi amrunaa fahuwa raddu. Dari Aisyah رضي الله عنها berkata “Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda Barangsiapa yang melakukan sebuah amal perbuatan yang tidak ada contohnya dari kami maka amal perbuatan itu tertolak!’.” – Shahih Muslim 1718 كتاب الأقضية, al-Qowa’id al-Fiqhiyyah. II/26. v. Dilarang Menggambar Makhluk Hidup Bernyawa Dalam ash-Shahiihaiin al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Abu Sa’id رضي الله عنهما, dia berkata, Nabi ‎صلى الله عليه وسلم bersabda, اِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُوْنَ Transliterasi Inna asyaddannaas adzaban yawmal qiyaamah al-Mushowwiruun. Terjemah “Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari Kiamat adalah al-Mushowwiruun orang-orang yang menggambar makhluk yang bernyawa.” – Hadits Muttafaq Alaih Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim. Sunan an-Nasa’i 5357, 5364, Sahih al-Bukhari 5950, 6109, Shahih Muslim 2107. 6. Hadits Pendek Tentang Cinta ‎إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُعْلِمْهُ إِيَّاهُ Transliterasi Idza ahabba ahadukum akhohu fal yu’limhu iyaahu. Terjemah “Apabila seseorang mencintai saudaranya maka hendaklah dia memberi tahu bahwa dia mencintainya.” – Hadits Hasan al-Albani at-Tirmidzi 2392 كتاب الزهد عن رسول الله صلى الله عليه وسلم. Hadits ini, dapat anda amalkan ketika telah menemukan kemantapan hati pada saat prosesi taaruf. 7. Niat Beramal Dari Umar bin Al-Khaththab, aku mendengar Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda, إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى Transliterasi Innamal a’maalu binniyyaati wa innamaa likullimri’in manaawa. Terjemah “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan seseorang itu akan mendapatkan sesuai dengan yang dia niatkan. – Hadits Shahih al-Albani Shahih Bukhari nonor 1, 6689, 6953, Shahih Muslim 1907, Sunan Abi Dawud 2201, Sunan an-Nasa’i 3794. Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda, طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ Transltierasi Thalabul ilmi fariidhatun ala kulli muslimin. Terjemah “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” – Shahih Ibnu Majah 224 كتاب المقدمة, dari Shahabat Anas bin Malik رضى الله عنه. 9. Perintah Istiqamah قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ فَاسْتَقِمْ Transliterasi “Qul, amantu billaah!’ fastaqim.” Terjemah “Katakanlah, Aku beriman kepada Allah’, kemudian beristiqamahlah berpegang teguh kepada ketaatan.” – Shahih Muslim 38. x. Hadits Apabila Merasa Ragu دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ Transliterasi Da’maa yariibuka ila maa yariibuka. Terjemah “Tinggalkan apa yang engkau ragukan dan kerjakan apa yang engkau tidak ragu.” – Hadits Shaih Darussalam Sunan an-Nasa’i 5711, an-Nawawi, Jami at-Tirmidzi 2518 dengan lafazh دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ; “Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu, Karena sesungguhnya Kebenaran adalah Ketentraman dan Dusta adalah Keraguan.” Dari al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib. مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ Transliterasi Man dalla ala khayrinn falahu mitslu akhri faa ilihi. Terjemah “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” – Shahih Muslim 1893 كتاب الإمارة. 12. Menyampaikan Dalil Dari Abdullah bin Amr Al-Ash رضى الله عنه Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda, بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً Transliterasi Ballighu annii walaw aayat. Terjemah hadits “Sampaikanlah dariku walau satu ayat.” – Sahih al-Bukhari 3461 13. Berpegang Kepada Sunnah فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينَ Transliterasi Fa’alaykum bisunnati wa sunnatil khulafaairrasyidiin al-Mahdiyiin. Terjemah “Hendaklah kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapat bimbingan Petunjuk.” – Hasan Darussalam Sunan Ibnu Majah 42 كتاب المقدمة. fourteen. Berbuat Dosa Terang-terangan كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ Transliterasi Kullu ummati mu’aaffan, illa al-Mujaahiriin. Terjemah “Setiap umatku dosanya akan dimaafkan kecuali al-Mujaahiriin orang yang berbuat dosa secara terang-terangan. …” – Shahih al-Bukhari 6069 كتاب الأدب, Shahih Muslim 2990 كتاب الزهد والرقائق dengan lafazh كُلُّ أُمَّتِي مُعَافَاةٌ إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ. Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda, مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ Transliterasi Man salaka thariqan yaltamisu fiihi ilman sahhalallaahu lahu thariqan ilal Jannah. Terjemah “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allāh mudahkan jalannya menuju Jannah nama Surga. …” — Sahih Darussalam Jami` at-Tirmidzi 2646 كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم, dari Shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎. ‎مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ Terjemah “Barang siapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allāh memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” – Sahih Darussalam Jami` at-Tirmidzi 2646 كتاب العلم عن رسول الله صلى الله عليه وسلم, lihat juga Sunan Abi Dawud 3641, 3643 كتاب العلم. 17. Berkata Baik atau Diam وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ Transliterasi matan Wa Man Kaana Yu’minu Billaahi Wal Yawmil-Akhir Falyaqul Khayran aw Liyashmut. Terjemah “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam.” — Bukhari, Muslim. 18. Berkata Baik adalah Sedekah Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda, ‎الْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ Transliterasi matan al Kalimatu Thayyibah Shadaqah. Terjemah Hadits “… Perkataan yang baik adalah sedekah …” — Shahih Bukhari 2989 كتاب الجهاد والسير xix. Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda, مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ Transliterasi matan Min Husni Islami al-Mar’i Tarkuhu Maa Laa Ya’nihi. Terjemah matan hadits “Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang adalah dia meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat bagi dirinya.” — At-Tirmidzi. 20. Berlepas Diri dari Kaum Kuffar Dari Abdullah bin Umar, Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda, مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ Transliterasi Man tasabbaha biqawmin fahua minhum. Terjemah “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” – Hadits Hasan Shahih al-Albani Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, 4031. Bulugh al-Maram, 1514. 21. Berbuat Baik لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه Transliterasi Laa yu’minu ahadukum hatta yuhibbul akhihi ma yuhibbul nafsihi. Terjemah “Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian, sampai ia suka sekali berbuat yang baik kepada saudaranya, sebagaimana dia suka diperlakukan baik pula oleh saudaranya.” — Bukhari, Muslim. 22. Larangan Bunuh Diri Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda, مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ فِيْ الدُّنْيَا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ Transliterasi matan hadits Homo Qatala Nafsahu Bisyai’in Fi Dunya Uzziba Bihi Yawmal Qiyaamah. Terjemah hadits “Barangsiapa yang bunuh diri dengan sesuatu di dunia, maka dia akan diadzab dengannya pada hari Kiamat dengan cara seperti itu pula.” — Shahih al-Bukhari 1363, Muslim 110 & 176, dari Tsabit bin ad-Dhahhak رضى الله عنه. Ini lafazh Muslim. 23. Pertanggungjawaban Pemimpin Rasulullāh صلى الله عليه وسلمbersabda, أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ Terjemah “Ketahuilah setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian bertanggung jawab atas yang ia pimpin … seorang lelaki adalah pemimpin bagi keluarganya, dan ia bertanggung jawab atas keluarganya … Ketahuilah setiap dari kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang ia pimpin.” – Shahih Muslim 1829 كتاب الإمارة. 24. Memilih Teman Dari Abu Hurairah رضى الله عنه, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ Transliterasi Arrajulu ala diini khalilii fal yandzhur ahadukum man yukhalil. Terjemah “Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu, salah satu di antara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman.” — Hasan Al-Albani Abu Dawud 4833 كتاب الأدب. 25. Memilih Sahabat Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda, اَلْمَرْءُ عَلَىٰ دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ Terjemah “Seseorang itu tergantung dari Agama sahabat karibnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat karib.” — Hasan Abu Dawud 4833, at-Tirmidzi 2378. 26. Jika Tidak Niat Jihad, Mati Dalam Kemunafikan Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda, مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ Transliterasi man maata walam yaghzu walam yuhaddits bihi nafsahu maata ala syu’batin min nifaaq. Terjemah “Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan ia tidak pernah ikut berperang, dan tidak terbetik di dalam benaknya hatinya untuk berperang, maka matinya termasuk dalam satu cabang nifaq kemunafikan.” — Shahih Muslim 1910, Abu Dawud 2502, an-Nasa’i VI/8, Ahmad II/374, dari Shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه‎‎. 27. Pahala Mati Syahid Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda, ‎لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ وَيُرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الأَكْبَرِ وَيُحَلَّى حُلَّةَ الإِيمَانِ وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ Terjemah “Orang yang mati syahid di sisi Allāh mendapat enam keutamaan 1 Diampunkan dosanya sejak tetesan darah yang pertama, 2 Dapat melihat tempatnya di Surga, iii Akan dilindungi dari adzab kubur, 4 Diberikan rasa aman dari ketakutan yang dahsyat pada hari Kiamat, 5 Diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan bidadari, dan 6 Dapat memberikan syafa’at kepada lxx orang keluarganya.” — Hasan Ibnu Majah no. 2799 كتاب الجهاد dari Miqdam bin Ma’di Kariba رضي الله عنه‎‎. 28. Berharaplah إِنَّ لَكَ مَا احْتَسَبْتَ Transliterasi Innalaka mah-tasabta! Terjemah “Sungguh bagimu apa yang engkau harapkan!” — Shahih Muslim 663. 29. Kriteria Perempuan Idaman تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ Terjemah “Wanita itu dinikahi karena empat perkara 1 karena hartanya, ii karena keturunannya, 3 karena kecantikannya, dan 4 karena Agamanya. Pilihlah perempuan yang beragama, niscaya kamu beruntung.” — Sahih al-Bukhari 5090 dari Shahabat Abu Hurairah كتاب النكاح. Rasulullāh ‎صلى الله عليه وسلم bersabda, قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابَةِ Transliterasi matan hadits Qayyidul ilmi bil kitabah. Terjemah “Kalian ikatlah ilmu dengan menulisnya.” — Diriwayatkan oleh advert-Darimi 497. 31. Mengingat Kematian Rasulullāh صلى الله عليه وسلم bersabda, أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِيْ الْمَوْتُ Transliterasi Aktsiru dzikra hadzimil ladzaati ya’ni al-Maut. Terjemah “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan yaitu kematian.” – Hasan Shahih Ahmad II/ 293, At-Tirmidzi 2307, dan Ibnu Majah 4258, An-Nasa’i Four/ 301, dari Shahabat Abu Hurairah رضى الله عنه dinukil dari buku Waktumu Dihabiskan untuk Apa, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. 32. Nikmat Sehat dan Waktu Luang Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ Transliterasi Ni’matani maghbunun fiihimaa katsirun minanaas ash-shihhat wal farghu. Terjemah “Dua nikmat, yang manusia banyak tertipu dengannya yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” – Shahih Al-Bukhari 6412, at-Tirmidzi 2304, Ibnu Majah 4170, Ahmad I/ 258, 344, ad-Darimi II/ 297, al-Hakim IV/ 306, dan lainnya, dari Shahabat Ibnu Abbas رضى الله عنهما 33. Bahaya Mendekati Penguasa مَنْ أَتَى أَبْوَابَ السُّلْطَانِ افْتَتَنَ Transliterasi Homo ata abwabas sulthaani aftatan. Terjemah “Barangsiapa yang mendekati atau masuk kepada penguasa, maka dia terfitnah.” – Hasan Ahmad Two/ 371 dan at-Tirmidzi 2256, dari Shahabat Abu Hurairah رضى الله عنه. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah 1272. 34. Perintah Bersiwak Berikut ini adalah hadits yang menunjukkan ihwal perintah bersiwak أَكْثَرْتُ عَلَيْكُمْ فِي الـسِّوّاكِ Transliterasi Aktsartu alaykum fis-siwak. Terjemah “Aku telah meminta kalian untuk memperbanyak bersiwak.” – Shahih Al-Bukhari 888, kitab Al-Jum’ah. 35. Larangan Tasyabbuh Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Shalallaahu Alayhi wa Sallam bersabda, مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ Transliterasi Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum. Terjemah “Barangsiapa tasyabbuh menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” – Hadits Hasan Shahih al-Albani Sunan Abi Dawud, kitab al-Libas, 4031. Bulugh al-Maram 1514. 36. Bidadari Surga Nabi Shalallaahu Alayhi wa Sallam bersabda tentang penghuni surga, أَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ Transliterasi matan hadits Azwaajuhum al-Huru al-Iin. Terjemah hadits “Istri-istri mereka adalah bidadari-bidadari al-Haura dan al-Iin.” – Sahih al-Bukhari 3327 كتاب أحاديث الأنبياء. 37. Larangan Korupsi Berikut ini adalah hadis pendek tentang larangan korupsi. Dari Umar bin al-Khaththab Radhiy-Allaahu-Anhu, Nabi Shalallaahu Alayhi wa Sallam bersabda, مَنْ غَلَّ مِنْهَا بَعِيرًا أَوْ شَاةً أُتِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَحْمِلُهُ Transliterasi hadits Man Ghalla Minhaa Ba’iyran Awsyatan Utiya Bihi Yawmalqiyaamahti Yahmiluhu. Terjemah hadits “Barangsiapa yang berkhianat dengan menggelapkan unta atau kambing, maka dia datang pada hari kiamat dalam keadaan membawanya barang yang digelapkan tersebut.” – Hadits Shahih Lighairihi Riwayat Ahmad III/498 dan Ibnu Majah 1810. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah 2354. 38. Manfaat Sholat Subuh Hadits ke-38 ini secara khusus diangkat dalam artikel berjudul “Sholat Subuh dan 61 Manfaatnya“. Di dalamnya terdapat 61 dalil yang secara khusus berbicara ihwal manfaat shalat Subuh. Dari Umarah bin Ru’aibah Radhiy-Allaahu-Anhu, dari ayahnya, ia berkata, “Rasulullah Shalallaahu-Alayhi-Wa-Sallam bersabda, لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا Transliterasi matan hadits Lay-yalikhan-Naara Ahadun Shalla Qabla Thulu’isy-Syamsi Wa Qabla Ghurubihaa. Terjemah hadits “Tidak akan masuk ke dalam neraka orang yang sholat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” – Shahih Muslim 634 كتاب الْمَسَاجِدِ وَمَوَاضِعِ الصَّلاَةِ. 39. Silaturahmi Hadits ke-39 ini berbicara tentang ganjaran yang diperoleh seseorang dari menjalin silaturahmi. Dalam hadis pendek tentang silaturahmi ini dijelaskan tentang dua ganjaran yang diterima yakni i diluaskan rizki; dan 2 dipanjangkan umur. Nabishalallaahu alayhi wa sallam bersabda, مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِيْ أَثْرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ Transliterasi Man ahabba ayyubsatha lahu firrizqihi, wayunsa’a lahu fii atsrihi fal yashil rahimahu. Terjemah hadis pendek “Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silautrahim.” – Hadits Shahih Al-Bukari 5985, 5986 كتاب الأدب, Muslim 2557 كتاب البر والصلة والآداب, Abu Dawud 1963 كتاب الزكاة, dari Shahabat Anas bin Malikradhiy-allaahu-anhu. xl. Musik Hukumnya Haram اَلْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِى الْقُلْبِ Transliterasi matan AL-GHINAA’U YUNBITUN-NIFAAQ FIL QULB. Terjemah matan “Lagu dan nyanyian menimbulkan kemunafikan dalam hati.” – Hadits Shahih Ibnu Abi Dunya dalamDzamul Malahi 21, al-Baihaqi X/223, dan Ibnul Jauzi dalamTalbiis Ibliis hlm. 240. LihatTahriim Aalaat ath-Tharb oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-AlbaniRahimahullaah. Akhiru kalam, demikianlah daftar kumpulan hadis pendek dan mudah dihapal. Hadits yang disusun secara berurutan dari nomor 1 sampai dengan twoscore. Catatan penting Hadits nomor 41 sampai lxxx, dapat diketahui dalam artikel 80 Hadis Pendek dan Mudah Dihapal; Sebagai dasar untuk melatih kesabaran, gunakanlah pegangan hadits pendek tentang sabar dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih jika Anda adalah seorang kepala keluarga, maka jadilah laki-laki yang sabar; Bersabar lah dalam menuntut ilmu. Sumber Maraaji’ Senarai Pustaka. Alhamdulillah. Anda telah selesai mengkaji sebuah konten ilmiah. Bacalah doa berikut ini Doa Kafaratul Majelis سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ “Mahasuci Engkau, ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, aku meminta ampunan dan ber-taubat kepadamu.” Hadits Pendek tentang Menunjukkan Kebaikan Beri kesempatan bagi orang lain untuk membaca konten ini dan turut dalam kebaikan. مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ “Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” – Shahih Muslim nomor 1893. Konten Asli Saat ini anda tengah membaca konten asli buatan Apabila anda menukil atau membuat materi turunan scraped content, rewritten content, duplicate content di/untuk website lain; dalam forum komunikasi tanya-jawab; untuk penulisan naskah akademis tugas sekolah, tugas akhir, skripsi, tesis, disertasi; pada sebagian/seluruhnya, tulislah URL aktif sebagai penunjuk konten rujukan; proaktif melakukan monitoring terhadap konten yang telah terbit; Lihat daftar website yang copy-paste tulisan Setiap konten asli yang dimuat dalam dilindungi oleh Undang-Undang. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya. Di dalam kitab-kitab hadits ada banyak sekali hadits tentang menuntut ilmu, baik itu yang shohih maupun dhoif. Nah, agar tidak bingung manakah hadits yang harus Anda pelajari maka saya akan memilihkan beberapa hadits tentang menuntut ilmu yang dapat Anda pelajari. Pada artikel kali ini akan kami sajikan beberapa hadits tentang menuntut ilmu lengkap dengan sanad matan dan rawi disertai dengan terjemahan bahasa Indonesia. Agar mempermudah, untuk sanad pada hadits saya buat tercetak berwarna merah, matan tercetak berwarna hitam, sedangkan rawinya diletakan setelah atau di bawah matan. Dari pada berlama-lama, berikut ini kumpulan hadits tentang menuntut ilmu lengkap dengan sanad matan dan juga rawinya yang dilengkapi dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia DAFTAR ISI Hadits Tentang Menuntut Ilmu itu Wajib Bagi Setiap Muslim Hadits Tentang Keutamaan Berjalan untuk Menuntut Ilmu Hadits Tentang Keutamaan Keluar untuk Menuntut Ilmu Hadits Tentang Wajibnya Menuntut Ilmu Al-Quran Hadits Tentang Keutamaan Memahami Agama 1. Hadits Tentang Menuntut Ilmu itu Wajib Bagi Setiap Muslim حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ شِنْظِيرٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌طَلَبُ ‌الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ رواه ابن ماجه Hisyam bin Ammar menceritakan pada kami bahwa ia berkata Hafs bin Sulaiman menceritakan pada kami bahwa ia berkata Katsir bin Syindziir menceritakan pada kami dari Muhammad bin Sirin dari Anas bin Malik ia berkata Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Orang yang meletakkan ilmu kepada bukan ahlinya seperti mengalungkan babi dengan mutiara, intan, dan emas.” [HR. Ibnu Majah no. 224] Keterangan Menurut Syaikh Al-Albani hadits ini shohih kecuali pada redaksi “Orang yang meletakkan ilmu … dst”, redaksi ini sangat dhoif. Wallaahu a’lam. 2. Hadits Tentang Keutamaan Berjalan untuk Menuntut Ilmu حَدَّثَنَا مُسَدَّدُ بْنُ مُسَرْهَدٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، سَمِعْتُ عَاصِمَ بْنَ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ، يُحَدِّثُ عَنْ دَاوُدَ بْنِ جَمِيلٍ، عَنْ كَثِيرِ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ أَبِي الدَّرْدَاءِ، فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ، فَقَالَ يَا أَبَا الدَّرْدَاءِ إِنِّي جِئْتُكَ مِنْ مَدِينَةِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَدِيثٍ بَلَغَنِي، أَنَّكَ تُحَدِّثُهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا جِئْتُ لِحَاجَةٍ، قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا مِنْ طُرُقِ الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ، وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ، وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ، كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا، وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ رواه أبو داود Musaddad bin Musarhad telah menceritakan pada kami, bahwa Abdullah bin Dawud telah menceritakan pada kami, ia berkata bahwa aku mendengar Ashim bin Roja’ bin Haiwah menceritakan dari Dawud bin Jamil, dari Katsir bin Qois ia berkata Dahulu aku duduk bersama Abu Darda’ di masjid Damaskus, lalu datanglah seorang lelaki dan berkata “Wahai Abu Darda’, sesungguhnya aku datang kepadamu dari kotanya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam karena sebuah hadits yang sampai kepadaku bahwa engkau pernah menceritakan dari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dan tidaklah aku datang kecuali untuk itu.” Maka Abu Darda’ berkata “Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda “Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan tempatkan ia pada jalan menuju surga. Dan sesungguhnya malaikat merendahkan sayap-sayap mereka karena ridho terhadap orang yang menuntut ilmu. Dan sesungguhnya penduduk langit, penduduk bumi, sampai ikan di dasar laut memintakan ampun kepada orang yang berilmu. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan ahli ibadah, bagaikan bulan purnama di malam hari dengan seluruh bintang-bintang. Dan sesungguhnya para ulama adalah pewarisnya para Nabi, dan Nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mereka mewariskan ilmu, dan barang siapa yang mengambil ilmunya maka ia telah mengambil bagian yang melimpah.”[HR. Abu Dawud no. 3641] 3. Hadits Tentang Keutamaan Keluar untuk Menuntut Ilmu حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَنْبَأَنَا مَعْمَرٌ، عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ، عَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ، قَالَ أَتَيْتُ صَفْوَانَ بْنَ عَسَّالٍ الْمُرَادِيَّ، فَقَالَ مَا جَاءَ بِكَ؟، قُلْتُ أُنْبِطُ الْعِلْمَ، قَالَ فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ خَارِجٍ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ فِي ‌طَلَبِ ‌الْعِلْمِ، إِلَّا وَضَعَتْ لَهُ الْمَلَائِكَةُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا بِمَا يَصْنَعُ رواه ابن ماجه Muhammad bin Yahya bercerita pada kami bahwa ia berkata Abdur-rozzaq bercerita pada kami, ia berkata Ma’mar telah mengabarkan pada kami, dari Ashim bin Abin-Najuud, dari Zirr bin Hubaisy ia berkata Aku mendatangi Shofwan bin Assal Al-Murodiy lalu ia berkata “Apa keperluanmu datang kemari?” Aku berkata “Aku ingin menimba ilmu dari sumbernya.” Maka ia berkata Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda “Tidaklah seseorang keluar dari rumahnya dalam rangka menuntut ilmu kecuali malaikat meletakkan sayap-sayapnya untuknya karena ia ridha dengan apa yang ia lakukan.”[HR. Ibnu Majah no. 226] 4. Hadits Tentang Wajibnya Menuntut Ilmu Al-Quran حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ، أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَبْدُ اللهِ، قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي، يَقُولُ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَعَلَّمُواكِتَابَ اللهِ، وَتَعَاهَدُوهُ وَتَغَنُّوا بِهِ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الْمَخَاضِ فِي الْعُقُلِ رواه أحمد Ali bin Ishaq telah menceritakan pada kami bahwa Ibnul-Mubarok Abdullah mengabarkan pada kami bahwa ia berkata Musa bin Ali telah menceritakan pada kami bahwa ia berkata Aku mendengar bapaku berkata Aku mendengar Uqbah bin Amir berkata Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersbada “Pelajarilah kitab Allah Al-Quran dan jagalah dia, serta baguskanlah suara kalian ketika membacanya, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya hafalan Al-Quran itu lebih cepat hilang dari pada unta dalam ikatan.”[HR. Ahmad no. 17317] 5. Hadits Tentang Keutamaan Memahami Agama حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ خَلَفٍ أَبُو بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى، عَنْ مَعْمَرٍ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ رواه ابن ماجه Bakr bin Kholaf Abu Bisyr telah menceritakan pada kami, ia berkata Abdul-A’laa telah menceritakan pada kami, dari Ma’mar, dari Az-Zuhriy, dari Sa’id bin Al-Musayyab, dari Abu Huroiroh ia berkata Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda “Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka Allah akan memahamkannya di dalam agama.”[HR. Ibnu Majah no. 220] Demikianlah artikel kumpulan Hadits Tentang Menuntut Ilmu lengkap dengan sanad matan dan rawinya yang dilengkapi dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Semoga bermanfaat. Amin.

hadits tentang pendidikan lengkap dengan sanad matan dan rawi